Sunday, November 30, 2008

Lirik lagu Sindentosca - Kepompong

Dulu kita sahabat
Dengan begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari

Dulu kita sahabat
Berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu

Bridge:
Kini kita berjalan berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karena sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karena ku sayang

Reff :
Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagi kepompong

Lirik lagu ST 12 - Cari Pacar Lagi

Cintaku cintaku padamu
Tak besar seperti dulu
Pernah kau begitu menilai cintaku
Begitu rendah di matamu

Sayangku sayangku padamu
Tak indah seperti dulu
Maumu begini maumu begitu
Tak pernah engkau hargai aku

Oo ooh i am sorry
Ku tak akan love U lagi

Ku peluk memeluk dirimu
Tak hangat seperti dulu
Ku jadi selingkuh karna kau selingkuh
Biar sama-sama kita selingkuh

Oo ooh i am sorry
Ku tak akan love you lagi

Biar ku putuskan saja
Ku tak mau hatiku terluka
Lebih baik ku cukupkan saja
Ku tak mau batinku tersiksa

Jangan kau slalu merasa
Wanita bukan dirimu saja
Lebih baik ku putuskan saja
Cari pacar lagi

Cari pacar lagi
Cari pacar lagi

Tuesday, November 25, 2008

GENJEK (LOCAL GENIUS)

Kesenian Genjek Merupakan Salah satu produk local genius pulau seribu pura(pulau bali) yang kita cintai ini. Melalui beberapa lirik lagu genjek dibawah, mari kita kembali ke jati diri kita sebagai orang bali... (Semoga Bali Damai Selalu)

Judul Lagu Genjek = "Pitutur"

Genjek Pitutur

Eda pesan ngadenang deweke bisa
Paling melah depang anake ngadanin
Jaman jani liu anak ngaku dueg
Lebian tutur cara angkaban barong somi
Eda sombong iri hati teken timpal
Pengidih bapa cening hidup apang meguna

================================================



Judul Lagu Genjek = "LUH WAHYUNI"

luh wahyuni bajang desa nedeng kembang 2x
Inargamayang sekadi i bungan tunjung
mentik di tengah telaga
mengalub mengoleg mengenyorin keneh beli

Dong olasin dewek beli buka jani 2x
Apang sida liang rasa di kenehe
Bes mekelo hidup pedidi
Bilang peteng beli stata pules pedidian


Beli made sampunang semanang saya 2x
Tiang nyadnya pacang mengayahin beli
Nanging wenten pinunas titiang
sampunang je beli mengaliang tiang madu

rarorareto...............................
toraro...................................
Asyik.....

===============================================

Wednesday, May 14, 2008

Anda ingin tahu tentang ASP.NET, kelebihannya, apa sih sebenarnya ASP.NET dan kelemahannya, apa saja yang diperlukan untuk ASP.NET? Baca deh.

Anda ingin tahu tentang ASP.NET, kelebihannya, apa sih sebenarnya ASP.NET dan kelemahannya, apa saja yang diperlukan untuk ASP.NET? Baca deh.

Adapun yang menjadi bahan pertanyaan saya sehubungan dengan hasil polling ASP.NET dan Phyton ini adalah :

1. Apakah kelebihan dan kelemahan ASP.NET jika dibandingkan dengan ASP dan PHP?

Kelebihan:
- ASP.NET merupakan managed code, dan berjalan pada semacam virtual machine dari Microsoft yang disebut Common Language Runtime (CLR).
Hal ini menyebabkan ASP.NET dapat diatur manajemen memorinya, securitynya serta kontrol proses atau threadnya oleh CLR tersebut.
ASP.NET bukan pemrograman tetapi suatu platform dan bagian dari .NET Framework untuk web based application.
- ASP.NET merupakan compiled code menjadi IL (Intermediate Language) yaitu bahasa yang dikenali oleh CLR. Waktu dijalankan CLR akan
memprosesnya menjadi native sehingga dapat dijalankan di mana saja selama ada CLR. Jadi memungkinkan kalau CLR telah dikonversi ke
Linux maka kita dapat menjalankan ASP.NET di Linux juga(hanya saja kemungkinannya sangat keciiil).
- ASP.NET dapat menggunakan berbagai bahasa pemrograman yang mendukung .NET Framework
- ASP.NET memiliki arsitektur web forms yang mempercepat development terlebih integrasi dan dukungan tools Visual Studio .NET yang sangat
bagus sehingga pembuatan aplikasi web ASP.NET menggunakan VS.NET sangat efisien dan mempercepat waktu pembuatan aplikasi.
Kekurangan:
- ASP.NET tidak dapat berjalan di platform non-microsoft sehingga tidak bisa gratis.
- project ASP.NET jarang diopensource kan sehingga kita akan kesulitan mencari komponen, library atau project gratis.

2. Apabila PHP bersifat open source, apakah demikian halnya dengan ASP.NET atau sebaliknya?
PHP secara core bukan open source tapi aplikasi yang dibuat menggunakan PHP sangat banyak yang diopensourcekan, yang dapat ditemukan di
www.sourceforge.net maupun www.hotscripts.com. PHP dapat didownload gratis, sama dengan Java yang dapat didownload gratis, hanya saja
core PHP dan Java tidak diopensourcekan.

3. Benarkah bahasa pemrograman ASP.NET mirip dengan Visual Basic?
Bukan mirip, tetapi ASP.NET bisa menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.NET yang sudah object oriented.
Karena ASP.NET merupakan bagian dari .NET Framework maka kita dapat menggunakan berbagai bahasa pemrograman yang mendukung
.NET Framework seperti C#, C++ .NET, J#, JScript.NET, dsb.

4. Web editor apakah yang dapat digunakan untuk men-develop suatu Web Pages yang berbasis ASP.NET?
Terutama adalah Web Matrix, Visual Studio.NET dan Macromedia Dreamweaver MX ke atas. Sebenarnya Anda tidak memerlukan editor khusus,
dan dapat menggunakan Notepat atau teks editor biasa untuk ASP.NET

5. Apakah ASP.NET dapat dijalankan dalam sebuah server Apache, IIS atau PWS? Atau membutuhkan server khusus?
ASP.NET dapat dijalankan di IIS 5.x ke atas, tapi tidak bisa hanya dengan PWS atau Apache. ASP.NET tidak membutuhkan server khusus tetapi hanya membutuhkan
.NET Framework sebagai komponen utama dan IIS sebagai komponen server yang akan mengutilisasi .NET Framework dalam menangani aplikasi
ASP.NET.

6. Apakah Phyton itu? Apakah ia semacam bahasa pemrograman untuk Web base programming juga? Atau lebih mirip dengan bahasa Java Language?
Phyton bukan merupakan bahasa pemrograman web, tetapi juga sering digunakan sebagai bahasa pemrograman web. Phyton terkenal karena
memiliki fasilitas pemrograman berorientasi objek yang bagus sekaligus mendukung pemrograman prosedural. Phyton sangat terkenal dengan
project Zope yaitu suatu application server berbasis Phyton yang digunakan untuk content management system yang terbukti bagus dan tangguh.
Informasi dapat diperoleh di www.zope.com, www.zope.org.

Monday, May 12, 2008

Cara Menginstall MAMBO

Tutorial ini dibuat berdasarkan pengalaman dan kesulitan sewaktu meng-install Mambo untuk pertama kali. Semoga berguna bagi pemula.

Instalasi Mambo untuk Pemula
46Unregistered

Tutorial ini ditujukan untuk pemula yang baru pertama kali akan

menginstall Mambo CMS. Ditulis berdasarkan pengalaman menginstall Mambo

dan kesulitan-kesulitannya.

Requirement:
SERVER+Applikasi
Local: Apache Server, PHP, MySQL (rekomendasi: download PHPTriad yang

sudah mempunyai semua aplikasi secara lengkap)

Online: Webhosting yang support PHP dan MySQL (geocities.com tidak

support PHP-MySQL. Rekomendasi: beli domain dan hosting, murah kok)

SOFTWARE:
Notepad, Photoshop, FTP software, HTML editor (Rekomendasi Dreamweaver,

HTML editor yang bisa berfungsi sebagai FTP juga).

KNOWLEDGE:
Sedikit pengetahuan tag HTML, jika punya pengetahuan PHP lebih bagus.

STEP by STEP
============
Jika Anda sudah punya server lokal dan terbiasa meng-upload file ke webhosting, skip step 1 - 3.

1. Awal: Buat Server Lokal

Download PHPTriad. Ekstrak di folder mana saja. Lalu jalankan

phptriad.exe. Di C:/ akan tercipta folder "Apache". Di dalamnya sudah

terinstall PHP, MySQL.
Untuk menguji kesuksesan install Apache Server, buka browser, ketik di

alamatnya "http://localhost". Akan muncul ucapan selamat datang dari

Apache Server.
Untuk menguji PHP terinstall, ketik "http://localhost/phpinfo.php". Akan

muncul versi PHP.
Untuk menguji MySQL, ketik "http://localhost/phpmyadmin". Jika muncul

page phpmyadmin dan database.

Jika tidak sukses, ulangi install PhpTriad.

Ini adalah server lokal Anda. File-file web Anda harus selalu diletakkan

dalam folder "htdocs" (C:/Apache/htdocs). Folder ini dikenal sebagai

"root". Buat folder baru untuk menyimpan file-file web Anda (misalnya

"webgue").
Jika web Anda terletak di "C:/Apache/htdocs/webgue", maka untuk

mengaksesnya di browser adalah "http://localhost/webgue".
Perhatian: setiap web memerlukan first page yang dinamai "index.php" atau

"index.html" atau "index.htm". Setiap akses terhadap folder akan membaca

halaman indeks ini.

2. Ekstrak Mambo

Setelah didownload, Mambo CMS diekstrak ke folder "htdocs/webgue" (folder "webgue" bisa diganti namanya dengan yang Anda suka). Jika sukses, maka di folder itu akan terisi folder-folder, antara lain "administrator", "installation", "cache" "components", dst serta file-file seperti "globals.php", "configuration.php-dist", "index.php", "index2.php" dst.

3. Install Mambo

Buka browser Anda, lalu ketik "http://localhost/webgue" atau "http://localhost/webgue/installation".
Akan terbuka page instalasi. Untuk lokal server, tidak akan ada masalah soal permission atau unwriteable directory/file. (Tapi ini bagian penting jika install secara online)

Sampai pada MySQL Database configuration, isi host name dengan "localhost" MySQL USer Name dengan "root", password biarkan kosong, selebihnya biarkan default menurut isian Mambo.

Pada step "Confirm URL, absolute path, admin email" isi URL dengan "http://localhost/webgue". path-nya dengan "c:\localhost\webgue". Biasanya ini default sudah terisi. Dan Anda bisa mengganti password yang diberikan Mambo dengan password yang Anda bikin sendiri.
Catat password untuk admin itu.

Selesai.
Jangan lupa untuk menghapus folder "installation" (atau ganti namanya). Hal ini akan diperingatkan Mambo ketika mencoba mengklik "view site" atau "administration" pada step akhir instalasi.

Anda bisa mencoba memasuk area admin dengan mengetik "http://localhost/webgue/administrator"

4. Install Online
Masuk ke controlpanel hosting Anda. (Biasanya pihak hosting sudah memberikan username dan password.)

4a. Buat database.
(Jika Anda sudah mempunyai database username, dan password, skip step ini.)
Pada control panel, cari "MySQL Management" atau semacam itu, buat database baru ("create new database").
Buat nama database Anda, user, dan password (biasanya, awal nama database dan username disesuaikan dengan username hosting Anda).
Catat informasi penting ini.

Balik menu awal, cari "FTP Management" atau semacam itu. Buat ftp user baru dg option default lalu isi password ftp baru. Misalnya "NamaGue", addressnya nanti menjadi "NamaGue@webgue.com".
Catat informasi ini.

4b. Upload file-file Mambo.
Jika Anda sudah menginstall Mambo di local server, informasi yang ada sudah berubah. Ekstrak kembali Mambo ke folder baru, misalnya "webgueasli".

Lalu buka FTP browser. Buat new connection (atau semacam itu), isikan informasi website Anda (http://www.webgue.com"), isikan host address: "ftp.webgue.com", isikan username "NamaGue@webgue.com", isi password ftp Anda.
Coba connect. Akan tampak kalau username dan password Anda diterima, kalau tidak, coba isikan properti connection dg benar.

Pada panel lokal, buka folder "webgueasli" tempat file-file Mambo yang baru diektrak. Pada panel remote, ada folder "public_html", buka folder itu. Drag semua folder lokal ke dalam "public_html". Jika minta izin replace indeks, tekan yes.

Tunggu setelah semua file di upload.
Selesai.

4c. Konfigurasi Mambo
Ketika alamat website Anda, lalu akan muncul instalasi Mambo seperti pada step 3.

Bagian terpenting adalah memperhatikan "pre-installation check".

Samakah setting yang diminta?
Safe Mode (OFF)
Display Errors (ON)
File Upload (ON) dst. Begitu juga dengan Directory/File Folder Permissions, harus sama "writtable"
Untuk keamanan, perhatikan "Register Global" harus "OFF".

Jika kondisinya tidak sesuai (ada yang "unwriteable" dan register globals masih "ON"), masuk kembali ke control panel hosting Anda dengan masuk ke file manager, public_html (atau bisa mengubahnya dengan klik kanan file di ftp browser). Ubah folder-folder yang masih "unwriteable" menjadi "writeable" dengan mengubah "chmod" menjadi "707". Ubah nama "configuration.php-dist" menjadi "configuration.php" dan chmod ke 744 atau 777.

Refresh page instalasi mambo tadi, lihat apakah kondisi setting yang diinginkan menjadi sesuai (writeable, dan OFF). Biasanya "register globals" masih "ON".

Cara yang gampang, buka folder "webgueasli" di PC lokal Anda, buka "configuration.php-dist". isikan dengan:

Monday, April 14, 2008

Manajemen di tempat Kerja ku nangkil Ring Dalem Ped


Purusa-Pradana di Pura Dalem Penataran Peed

Ya atmada balada yasya visva
upasate prasisam yasya devah
yasya chaya-amrtham yasya mrtyuh
kasmani devaya havisa vidhema. (Rgveda.X.121.2).

Maksudnya:
Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan spiritual (rohani) dan fisikal
(jasmani). Semua sinar sucinya yang disebut Deva berfungsi atas kehendak
Tuhan. Kasih-Nya adalah keabadian, krodanya adalah kematian. Kami semuanya
mengaturkan sembah kepada-Nya.

PURA Dalem Penataran Ped di Nusa Penida itu adalah pura untuk memuja Tuhan
Yang Mahakuasa sebagai pencipta Purusa dan Pradana. Purusa itu adalah
kekuatan jiwa atau daya spiritualitas yang memberikan napas kehidupan pada
alam dan segala isinya. Pradana adalah kekuatan fisik material atau daya
jasmaniah yang mewujudkan secara nyata kekuatan Purusa. Karena itu umat
Hindu berbondong-bondong rajin bersembahyang ke Pura Dalem Penataran Ped
untuk mendapatkan keseimbangan daya hidup, baik daya spiritual maupun daya
fisikal. Karena hanya keseimbangan peran dan fungsi rohani dan jasmani
itulah hidup yang harmonis di bumi ini dapat dicapai.

Pemujaan Tuhan sebagai pencipta unsur Purusa dan Pradana ini divisualkan
dalam wujud pemujaan di Pura Dalem Penataran Ped. Visualisasi itu
merupakan perpaduan konsepsi Hindu dengan kearipan lokal Bali. Di Pura
Dalem Penataran Ped ini terdapat dua arca Purusa dan Predana dari uang
kepeng yang disimpan di gedong penyimpenan. Arca Purusa-Predana inilah
yang memvisualisasikan Kemahakuasaan Tuhan yang menciptakan waranugeraha
keseimbangan hidup spiritual (Purusa) dengan kehidupan fisik material
(Predana).

Dalam Lontar Ratu Nusa diceritakan Batara Siwa menurunkan Dewi Uma dan
berstana di Puncak Mundi Nusa Penida diiringi oleh para Bhuta Kala. Di
Pura Puncak Mundi Dewi Uma bergelar Dewi Rohani dan berputra Dalem Sahang.
Pepatih Dalem Sahang bernama I Renggan dari Jambu Dwipa Kompyang, Dukuh
Jumpungan. Dukuh Jumpungan itu lahir dari pertemuan Batara Guru dengan Ni
Mrenggi, dayang dari Dewi Uma. Kama dari Batara Guru berupa awan kabut
yang disebut ''limun''. Karena itu disebut Hyang Kalimunan.

Kama Batara Guru ini di-urip oleh Hyang Tri Murti dan menjadi manusia.
Setelah diajar berbagai ilmu kerohanian dan kesidhian oleh Hyang Tri Murti
terus diberi nama Dukuh Jumpungan dan bertugas sebagai ahli pengobatan.
Setelah turun-temurun Dukuh Jumpungan menurunkan I Gotra yang juga dikenal
sebagai I Mecaling. Inilah yang selanjutnya disebut Ratu Gede Nusa.

Ratu Gede Nusa ini berpenampilan bagaimana Batara Kala. Menurut penafsiran
Ida Pedanda Made Sidemen (alm) dari Geria Taman Sanur yang dimuat dalam
buku hasil penelitian ''Sejarah Pura'' oleh Tim IHD Denpasar (sekarang
Unhi) antara lain menyatakan: Saat Batara di Gunung Agung, Batu Karu dan
Batara di Rambut Siwi dari Jambu Dwipa ke Bali diiringi oleh seribu lima
ratus (1.500) orang halus halus (wong samar). Lima ratus wong samar itu
dengan lima orang taksu menjadi pengiring Ratu Gede Nusa atas waranugraha
Batara di Gunung Agung. Batara di Gunung Agung memberi waranugraha kepada
Ratu Gede Nusa atas tapa bratanya yang keras. Atas tapa brata itulah
Batara di Gunung Agung memberi anugerah dan wewenang untuk mengambil
upeti berupa korban manusia Bali yang tidak taat melakukan ajaran agama
yang dianutnya.

Di Pura Dalem Penataran Ped ini Ida Batara Dalem Penataran Ped dipuja di
Pelinggih Gedong, sedangkan Pelinggih Ratu Gede Nusa berada di areal
tersendiri di barat areal Pelinggih Dalem Penataran Ped. Pelinggih Dalem
Penataran Ped ini berada di bagian timur, sedangkan Pelinggih Padmasana
sebagai panyawangan Batara di Gunung Agung berada di bagian utara dalam
areal Pura Dalem Penataran Ped.

Di Pura Dalem Penataran Ped ini merupakan penyatuan antara pemujaan Batara
Siwa di Gunung Agung dengan pemujaan Dewi Durgha atau Dewi Uma di Pura
Puncak Mundi. Jadinya Pura Dalem Penataran Ped itu sebagai pemujaan Siwa
Durgha dan pemujaan raja disebut Pura Dalem. Sedangkan disebut sebagai
Pura Penataran Ped karena pura ini sebagai Penataran dari Pura Puncak
Mundi pemujaan Batari Uma Durgha.

Artinya, Pura Penataran Ped ini sebagai pengejawantahan yang aktif dari
fungsi Pura Puncak Mundi pemujaan Batari Uma Durgha. Di pura inilah
betemunya unsur Purusa dari Batara di Gunung Agung dengan Batari Uma
Durgha di Puncak Mundi. Dari pertemuan dua unsur ciptaan Tuhan inilah yang
akan melahirkan sarana kehidupan yang tiada habis-habisnya yang disebut
rambut sedana.

Upacara pujawali di Pura Dalem Penataran Ped ini dilangsungkan pada setiap
Budha Cemeng Klawu. Hari Budha Cemeng Klawu ini adalah hari untuk
mengingatkan umat Hindu pada hari keuangan yang disebut pujawali Batara
Rambut Sedhana. Pada hari ini umat Hindu diingatkan agar uang itu
digunakan dengan sebaik dan setepat mungkin. Uang itu agar digunakan
dengan seimbang untuk menciptakan sarana kehidupan yang tiada
habis-habisnya. Uang itu sebagai sarana menyukseskan tujuan hidup
mewujudkan Dharma, Artha dan Kama sebagai dasar mencapai Moksha.

Berdasarkan adanya Pelinggih Manjangan Saluwang di sebelah barat Tugu
Penyipenan dapat diperkirakan bahwa Pura Dalem Penataran Ped ini sudah ada
sejak Mpu Kuturan mendampingi raja memimpin Bali. Pura ini mendapatkan
perhatian saat Dalem Dukut memimpin di Nusa Penida dan dilanjutkan pada
zaman kepemimpinan Dalem di Klungkung. Dalam Lontar Ratu Nusa diceritakan
upaya Dalem Klungkung menyatukan Nusa dengan Bali. * I Ketut Gobyah

Thursday, April 03, 2008

Pertapa dan Kepiting

Oleh : Andrie Wongso
Suatu ketika di sore hari yang terasa teduh, nampak seorang pertapa muda sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai. Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar tidak beraturan.
Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai di mana sumber suara tadi berasal. Ternyata, di sana nampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang deras.
Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan. Karena itu, ia segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Melihat tangan terjulur, dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa muda. Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa itu puas karena bisa menyelamatkan si kepiting.
Kemudian, dia pun melanjutkan kembali pertapaannya. Belum lama bersila dan mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi suara yang sama dari arah tepi sungai. Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama. Maka, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan jarinya dicapit oleh kepiting demi membantunya.
Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret arus lagi. Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya makin membengkak karena jepitan capit kepiting.
Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian datang menghampiri dan menegur si pertapa muda, "Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik. Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepiting engkau membiarkan capit kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?"
"Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih. Maka, saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa mahluk lain, walaupun itu hanya seekor kepiting," jawab si pertapa muda dengan kepuasan hati karena telah melatih sikap belas kasihnya dengan baik.
Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungut sebuah ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali melawan arus sungai. Segera, si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya. " Lihat Anak muda. Melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik, tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik, yakni untuk menolong mahluk lain, bukankah tidak harus dengan cara mengorbankan diri sendiri. Ranting pun bisa kita manfaatkan, betul kan?"
Seketika itu, si pemuda tersadar. "Terima kasih paman. Hari ini saya belajar sesuatu. Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan. Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang paman ajarkan."
Pembaca yang budiman,
Mempunyai sifat belas kasih, mau memerhatikan dan menolong orang lain adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu kita berikan kepada anak kita, orang tua, sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun. Tetapi, kalau cara kita salah, seringkali perhatian atau bantuan yang kita berikan bukannya memecahkan masalah, namun justru menjadi bumerang. Kita yang tadinya tidak tahu apa-apa dan hanya sekadar berniat membantu, malah harus menanggung beban dan kerugian yang tidak perlu.
Karena itu, adanya niat dan tindakan berbuat baik, seharusnya diberikan dengan cara yang tepat dan bijak. Dengan begitu, bantuan itu nantinya tidak hanya akan berdampak positif bagi yang dibantu, tetapi sekaligus membahagiakan dan membawa kebaikan pula bagi kita yang membantu.

Friday, March 21, 2008

MEMAKNAI PANTAI, SUNGAI DAN ''PEMPATAN AGUNG'' DALAM PERAYAAN NYEPI

Posted by Gede Mugi Raharja on 2008-03-07
Dalam melaksanakan Nyepi, pada intinya umat Hindu melaksanakan proses keagamaan untuk pembersihkan diri, alam semesta dan lingkungan, serta menempatkan makhluk alam bawah sesuai dengan tempatya. Lalu, apa konteks pantai, sungai, serta "pempatan agung" dalam perayaan Nyepi ini?

PADA Hari Raya Nyepi, umat Hindu melakukan kegiatan keagamaan berupa pengendalian api hawa nafsu (amati geni), tidak melakukan kerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan), dan tidak berhura-hura (amati lelangunan). Pada hari itulah umat Hindu melakukan instropeksi diri, perenungan diri dalam keheningan alam, untuk meningkatkan kualitas rohani.

Sebelum introspeksi dan perenungan diri di dalam "kesepian alam" dilakukan, pelaksanaan Nyepi didahului dengan proses mekiis/melis atau melasti ke laut. Kegiatan ini dilakukan tiga atau dua hari sebelum Nyepi, berupa kegiatan "pembersihan" benda-benda suci atau sakral pura yang dilakukan di laut. Dalam kegiatan ini semua umat Hindu dari berbagai desa adat melakukan prosesi iring-iringan (mekiis/melis) ke pantai terdekat, kemudian melakukan upacara "pembersihan" (melasti) benda-benda suci/sakral dengan air laut yang telah disucikan. Setelah melaksanakan persembahyangan, kemudian dilakukan lagi prosesi iring-iringan kembali ke pura.

Dalam hal inilah pantai sebagai ruang terbuka sangat diperlukan oleh umat Hindu untuk melakukan kegiatan religi. Laut bagi umat Hindu berfungsi sebagai pelebur atau pembersih segala kekotoran jasmani dan rohani. Di sinilah ber-stana Dewa Baruna, sebagai manifestasi Tuhan yang bertugas untuk menganugerahkan air suci (tirta) untuk membersihkan segala kekotoran jasmani dan rohani.

Selain itu, dalam prosesi upacara pembakaran jenazah (Ngaben), laut juga memiliki arti penting, sebagai tempat untuk menghanyutkan abu jenazah agar jiwa (atman) dari orang yang meninggal segera bersih dan unsur-unsur fisiknya segera bisa menyatu dengan unsur-unsur alam pembentuknya.

Oleh karena pantai sangat diperlukan oleh umat Hindu di Bali untuk kegiatan religi, maka apabila ada pantai diblokir oleh pemilik-pemilik hotel atas nama pariwisata, maka pasti akan terjadi masalah bila pihak pengelola atau pemilik hotel tersebut tidak menyediakan jalan alternatif menuju pantai. Karena itu, sudah seyogyanya sebelum hotel dibangun di tepi pantai, Pemda Bali harus memberi masukan kepada konsultan perencana dan pemilik hotel tersebut tentang arti penting pantai bagi umat Hindu di Bali.

Selain pantai, sungai juga memiliki arti penting bagi umat Hindu, terutama umat yang berada di pegunungan, dalam arti sangat jauh dari pantai. Maka pelaksanaan proses mekiis atau melasti dan upacara penghanyutan abu jenazah dalam prosesi upacara Ngaben, bisa dilaksanakan di sungai terdekat. Karena aliran sungai tersebut berhubungan dengan laut atau menuju laut, tempat stana Dewa Baruna yang bertugas membersihkan segala "kekotoran" jasmani dan rohani. Apabila aliran sungai tersebut di bagian hulunya memiliki percabangan atau bersumber dari dua aliran (campuhan), maka umat Hindu akan melakukan berbagai prosesi upacara keagamaan di bagian hilir dari percabangan aliran sungai tersebut. Dalam keyakinan Hindu, aliran sungai yang bersumber dari dua aliran di bagian hulunya, memiliki tata nilai paling suci. Sungai itulah yang paling baik difungsikan sebagai media pembersihan jasmani dan rohani.

Perempatan Jalan

Sehari sebelum perayaan Nyepi bertepatan dengan bulan mati (tilem) pada bulan kesembilan (kesanga) menurut perhitungan bulan Hindu (lunar system), umat akan melaksanakan upacara kurban ini ditujukan kepada mahluk-mahluk alam bawah (bhuta yadnya), agar tidak merusak atau mengganggu tatanan kehidupan di dalam kosmos. Pelaksanaan upacara kurban suci ini dilakukan sesuai dengan konsep Tri Hitakarana, untuk menjaga keselarasan (equilibrium) hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesamanya, serta hubungan manusia dengan alam lingkungan dan mahluk-mahluk alam bawah yang ada. Upacara ini dilakukan bertahap dari tingkat negara, wilayah atau desa, banyak dan rumah tangga.

Pelaksanaan upacara Tawur Kesanga dilakukan di perempatan jalan pusat pemukiman (pempatan agung), karena dalam konsep ruang arsitektur tradisional di Bali, perempatan pusat pemukiman (desa) merupakan pusat persilangan orientasi religi sumbu bumi dan sumbu matahari yang setara dengan titik pusat koordinat yang memiliki nilai "nol". Konsep ruang dalam keyakinan Hindu, nilai "nol" tidak berarti kosong. Tetapi seperti buah kelapa kosong yang ada isinya (nyuh puyung sugih), atau seperti "manik ring cecupu" (isi dan wadahnya), terlihat kosong tetapi ada isinya. Konsep ruang ini sama dengan konsep Ketuhanan, "ada dan tiada" -- "ada" tetapi "tidak terlihat".

Dalam konteks ini, titik nol dalam konsep ruang tidak berarti kosong, tetapi bermakna "mahasempurna". Dalam konsep ini umat Hindu di Bali meyakini bahwa hal-hal yang bersifat merusak atau negatif akan menjadi netral (pralina) setelah diproses secara ritual di perempatan pusat pemukiman. Karena perempatan pusat pemukiman itu memiliki arti penting dalam kegiatan religi, maka dalam konsep ruang tradisional Bali, di masing-masing sudut perempatan tersebut, disediakan tanah kosong (karang tuang) seluas satu persil, yang berfungsi sebagai "ruang terbuka hijau" bebas bangunan.

Sistem Matahari-Bulan

Pelaksanaan Nyepi dikaitkan dengan perayaan Tahun Baru Saka. Perhitungan Tahun Baru Saka telah dimulai di India sejak penobatan Raja Kaniska I Pada 78 Masehi. Raja Kaniska I sangat menghargai tolerasi beragama, pandai dalam soal politik ketatanegaraan, budaya, ekonomi dan agama. Penanggalan tahun Saka ini diangkat dari kebiasaan rakyat taklukannya, yaitu suku bangsa Saka yang telah menggunakan penanggalan tahun Saka sejak 58 sebelum Masehi. Pelaksanaan Nyepi umat Hindu di Indonesia didasarkan pada "Surya Pramana", perhitungan posisi bumi terhadap matahari (solar system) terkait dengan iklim, dipadukan dengan "Chandra Pramana", perhitungan posisi bulan terhadap matahari dari bumi (lunar system). Berkaitan dengan perhitungan "Surya Pramana" tersebut, maka Nyepi secara umum dilaksanakan pada bulan Maret, yang merupakan bulan penting dan suci bagi umat Hindu. Disebut bulan yang penting dan suci karena Maret atau bulan ke-9 (sasih kesanga) menurut Hindu, merupakan bulan yang memiliki angka tertinggi dan spesifik. Sebab, berapapun dikalikan 9, hasil bila dijumlah akan menjadi sembilan.

Selain itu secara astronomi, pada bulan Maret matahari tepat berada di garis khatulistiwa, kemudian bergerak ke belahan bumi utara (utarayana) sampai 22 Juni di garis lintang 23,5ø. Selanjutnya matahari kembali berada di garis khatulistiwa pada bulan September dan bergerak lagi ke belahan bumi selatan (dakshinayana) sampai 22 Desember pada garis lintang 22,5ø. Dan pada Maret matahari kembali berada di atas garis khatulistiwa. Karena itulah Maret dipandang sebagai peristiwa penting dan suci bagi umat Hindu, sehingga upacara-upacara pensucian dilaksanakan pada Maret setiap tahun, pada saat matahari akan menuju utarayana.

Berkaitan dengan perhitungan "Chandra Pramana", pelaksanaan Tawur Kesanga perayaan Nyepi dilaksanakan pada saat bulan mati (tilem). Dan esoknya yang disebut "penanggal 1", mulailah dilakukan perhitung tanggal 1 dalam tahun baru Saka pada bulan baru sasih kedasa (bulan ke-10). Jadi dalam melaksanakan Nyepi, pada intinya umat Hindu melaksanakan proses keagamaan untuk pembersihkan diri, alam semesta dan lingkungan, serta menempatkan makhluk alam bawah sesuai dengan tempatnya.

Prosesi ini dimulai dari proses pembersihan jasmani dan rohani di laut, dilanjutkan dengan upacara kurban di perempatan pusat pemukiman, dan diakhiri dengan kegiatan rohani pengendalian diri untuk meningkatkan kualitas rokhani. Semua ini dilaksanakan agar kehidupan di bumi menjadi selaras, serasi dan seimbang, terbebas dari kebatilan, terbebas malapetaka dan kekacauan, sehingga umat manusia menjadi sejahtera sesuai dengan kosmologi Hindu.

Kebetulan setelah perayaan Nyepi tahun ini umat Hindu juga merayakan Hari Raya Saraswati dan Pagerwesi. Dekatnya rangkaian hari-hari raya ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Hindu. Sebab Hari Raya Saraswati yang merupakan hari turunnya ilmu pengetahuan, akan menyadarkan uamt Hindu bahwa kesombongan diri dalam intelektual, maupun penyalahgunaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan bisa merusak tatanan peradaban. Kemudian pada Pagerwesi yang secara harfiah berarti "pagar besi", umat Hindu diingatkan untuk selalu "memagari diri" dalam kerohanian agar unsur-unsur negatif tidak bisa masuk untuk mengotori diri dan merusak lingkungan di dalam kosmos.

sumber: BaliPost

Wednesday, December 12, 2007

Lirik Lagu KerisPatih "Tapi Bukan Aku"

KerisPatih - Tapi Bukan Aku


jangan lagi kau sesali keputusanku

ku tak ingin kau semakin kan terluka

tak ingin ku paksakan cinta ini

meski tiada sanggup untuk kau terima


aku memang manusia paling berdosa

khianati rasa demi keinginan semu

lebih baik jangan mencintaiku aku dan semua hatiku

karena takkan pernah kau temui, cinta sejati


reff:

berakhirlah sudah semua kisah ini

dan jangan kau tangisi lagi

sekalipun aku takkan pernah mencoba kembali padamu

sejuta kata maaf terasa kan percuma

sebab rasa ku tlah mati untuk menyadarinya


semoga saja kan kau dapati

hati yg tulus mencintaimu

tapi bukan aku


repeat reff


Popularity: 24% [?]


Sumber: LirikLaguIndonesia.Net

Wednesday, November 28, 2007

Menjual Bed Cover dari Pasar Seni Sukawati Gianyar....hubungi 081933043641

Menerima orderan bed cover

Langsung diambil dari Produsen dari Pasar Seni Sukawati

Hubungi : 081933043641

Friday, November 23, 2007

Monday, November 19, 2007

3 PINTU KEBIJAKSANAAN

Seorang Raja, mempunyai anak tunggal yg pemberani, trampil dan pintar. Untuk menyempurnakan pengetahuannya, ia mengirimnya kepada seorang pertapa bijaksana.

"Berikanlah pencerahan padaku tentang Jalan Hidupku" Sang Pangeran meminta.

"Kata-kataku akan memudar laksana jejak kakimu di atas pasir", ujar Pertapa."Saya akan berikan petunjuk padamu, di Jalan Hidupmu engkau akan menemui 3 pintu.

Bacalah kata-kata yang tertulis di setiap pintu dan ikuti kata hatimu.

Sekarang pergilah sang Pertapa menghilang dan Pangeran melanjutkan perjalanannya. Segera ia menemukan sebuah pintu besar yang di atasnya tertulis kata "UBAHLAH DUNIA"

"Ini memang yang kuinginkan" pikir sang Pangeran. "Karena di dunia ini ada hal-hal yang aku sukai dan ada pula hal-hal yang tak kusukai. Aku akan mengubahnya agar sesuai keinginanku"

Maka mulailah ia memulai pertarungannya yang pertama, yaitu mengubah dunia. Ambisi, cita-cita dan kekuatannya membantunya dalam usaha menaklukkan dunia agar sesuai hasratnya. Ia mendapatkan banyak kesenangan dalam usahanya tetapi hatinya tidak merasa damai. Walau sebagian berhasil diubahnya tetapi sebagian lainnya menentangnya.

Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari, ia bertemu sang Pertapa kembali.

"Apa yang engkau pelajari dari Jalanmu ?" Tanya sang Pertapa

"Aku belajar bagaimana membedakan apa yang dapat klakukan dengan kekuatanku dan apa yang di luar kemampuanku, apa yang tergantung padaku dan apa yang tidak tergantung padaku" jawab Pangeran

"Bagus! Gunakan kekuatanmu sesuai kemampuanmu. Lupakan apa yang diluar kekuatanmu, apa yang engkau tak sanggup mengubahnya" dan sang Pertapa menghilang.

Tak lama kemudian, sang Pangeran tiba di Pintu kedua yang bertuliskan "UBAHLAH SESAMAMU"

"Ini memang keinginanku" pikirnya. "Orang-orang di sekitarku adalah sumber kesenangan, kebahagiaan, tetapi mereka juga yang mendatangkan derita, kepahitan dan frustrasi"

Dan kemudian ia mencoba mengubah semua orang yang tak disukainya. Ia mencoba mengubah karakter mereka dan menghilangkan kelemahan mereka.

Ini menjadi pertarungannya yang kedua.

Tahun-tahun berlalu, kembali ia bertemu sang Pertapa.

"Apa yang engkau pelajari kali ini?"

"Saya belajar, bahwa mereka bukanlah sumber dari kegembiraan atau kedukaanku, keberhasilan atau kegagalanku. Mereka hanya memberikan kesempatan agar hal-hal tersebut dapat muncul. Sebenarnya di dalam dirikulah segala hal tersebut berakar"

"Engkau benar" Kata sang Pertapa. "Apa yang mereka bangkitkan dari dirimu, sebenarnya mereka mengenalkan engkau pada dirimu sendiri.

Bersyukurlah pada mereka yang telah membuatmu senang & bahagia dan bersyukur pula pada mereka yang menyebabkan derita dan frustrasi.

Karena melalui mereka lah, Kehidupan mengajarkanmu apa yang perlu engkau kuasai dan jalan apa yang harus kau tempuh"

Kembali sang Pertapa menghilang.

Kini Pangeran sampai ke pintu ketiga "UBAHLAH DIRIMU"

"Jika memang diriku sendiri lah sumber dari segala problemku, memang disanalah aku harus mengubahnya". Ia berkata pada dirinya sendiri.

Dan ia memulai pertarungannya yang ketiga. Ia mencoba mengubah karakternya sendiri, melawan ketidak sempurnaannya, menghilangkan kelemahannya, mengubah segala hal yg tak ia sukai dari dirinya, yang tak sesuai dengan gambaran ideal.

Setelah beberapa tahun berusaha, dimana sebagian ia berhasil dan sebagian lagi gagal dan ada hambatan, Pangeran bertemu sang Pertapa kembali.

"Kini apa yang engkau pelajari ?"

"Aku belajar bahwa ada hal-hal di dalam diriku yang bisa ditingkatkan dan ada yang tidak bisa saya ubah"

"Itu bagus" ujar sang pertapa. "Ya" lanjut Pangeran, "tapi saya mulai lelah untuk bertarung melawan dunia, melawan setiap orang dan melawan diri sendiri. Tidakkah ada akhir dari semuai ini ? Kapan saya bisa tenang ? Saya ingin berhenti bertarung, ingin menyerah, ingin meninggalkan semua ini !"

"Itu adalah pelajaranmu berikutnya" ujar Pertapa. Tapi sebelum itu, balikkan punggungmu dan lihatlah Jalan yang telah engkau tempuh".

Dan ia pun menghilang.

Ketika melihat ke belakang, ia memandang Pintu Ketiga dari kejauhan dan melihat adanya tulisan di bagian belakangnya yang berbunyi "TERIMALAH DIRIMU".

Pangeran terkejut karena tidak melihat tulisan ini ketika melalui pintu tsb.

"Ketika seorang mulai bertarung, maka ia mulai menjadi buta" katanya pada dirinya sendiri.

Ia juga melihat, bertebaran di atas tanah, semua yang ia campakkan, kekurangannya, bayangannya, ketakutannya. Ia mulai menyadari bagaimana mengenali mereka, menerimanya dan mencintainya apa adanya.

Ia belajar mencintai dirinya sendiri dan tidak lagi membandingkan dirinya dengan orang lain, tanpa mengadili, tanpa mencerca dirinya sendiri.

Ia bertemu sang Pertapa, dan berkata "Aku belajar, bahwa membenci dan menolak sebagian dari diriku sendiri sama saja dengan mengutuk untuk tidak pernah berdamai dengan diri sendiri. Aku belajar untuk menerima diriku seutuhnya, secara total dan tanpa syarat."

"Bagus, itu adalah Pintu Pertama Kebijaksanaan" , ujar Pertapa. "Sekarang engkau boleh kembali ke Pintu Kedua"

Segera ia mencapai Pintu Kedua, yang tertulis di sisi belakangnya "TERIMALAH SESAMAMU"

Ia bisa melihat orang-orang di sekitarnya, mereka yang ia suka dan cintai, serta mereka yang ia benci. Mereka yang mendukungnya, juga mereka yang melawannya.

Tetapi yang mengherankannya, ia tidak lagi bisa melihat ketidaksempurnaan mereka, kekurangan mereka. Apa yang sebelumnya membuat ia malu dan berusaha mengubahnya.

Ia bertemu sang Pertapa kembali, "Aku belajar" ujarnya "Bahwa dengan berdamai dengan diriku, aku tak punya sesuatupun untuk dipersalahkan pada orang lain, tak sesuatupun yg perlu ditakutkan dari merela. Aku belajar untuk menerima dan mencintai mereka, apa adanya.

"Itu adalah Pintu Kedua Kebijaksanaan" ujar sang Pertapa, "Sekarang pergilah ke Pintu Pertama"

Dan di belakang Pintu Pertama, ia melihat tulisan "TERIMALAH DUNIA"

"Sungguh aneh" ujarnya pada dirinya sendiri "Mengapa saya tidak melihatnya sebelumnya". Ia melihat sekitarnya dan mengenali dunia yang sebelumnya berusaha ia taklukan dan ia ubah.

Sekarang ia terpesona dengan betapa cerah dan indahnya dunia. Dengan kesempurnaannya.

Tetapi, ini adalah dunia yang sama, apakah memang dunia yang berubah atau cara pandangnya?

Kembali ia bertemu dengan sang Pertapa : "Apa yang engkau pelajari sekarang ?"

"Aku belajar bahwa dunia sebenarnya adalah cermin dari jiwaku. Bahwa Jiwaku tidak melihat dunia melainkan melihat dirinya sendiri di dalam dunia. Ketika jiwaku senang, maka dunia pun menjadi tempat yang menyenangkan. Ketika jiwaku muram, maka dunia pun kelihatannya muram.

Dunia sendiri tidaklah menyenangkan atau muram. Ia ADA, itu saja.

Bukanlah dunia yang membuatku terganggu, melainkan ide yang aku lihat mengenainya. Aku belajar untuk menerimanya tanpa menghakimi, menerima seutuhnya, tanpa syarat.

"Itu Pintu Ketiga Kebijaksanaan" ujar sang Pertapa. "Sekarang engkau berdamai dengan dirimu, sesamamu dan dunia" Sang pertapa pun menghilang.

Sang pangeran merasakan aliran yang menyejukkan dari kedamaian, ketentraman, yang berlimpah merasuki dirinya. Ia merasa hening dan damai.

sumber: Milis Cetivasi

Saturday, November 17, 2007

NONTON TV VIA INTERNET

Nah sekarang saya ingin berbagi info tentang bagaimana caranya nonton tv via internet di kantor anda. Kita mulai saja ya :

Pertama : pastikan computer anda sudah terinstal VLC Player (download aja disini#)
Kedua : setelah terinstal buka file > Open network streaming.
Ketiga : pilih http/https/ftp/mms.
Keempat : paste/ketik aja url dibawah ini
mms://202.171.25.216/transtv <<– TRANSTV
mms://202.171.25.216/metro <<– METRO TV

selamat mencoba

good luck

Monday, October 29, 2007

Selamat Hari Sumpah Pemuda

Selamat Hari Sumpah Pemuda Tanggal 28 Oktober 2007

SUMPAH PEMUDA

1. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia
2. Kami putra dan putri Indonesia bertanah air satu, tanah air indonesia
3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indoensia

Wednesday, October 17, 2007

Purusa-Pradana di Pura Dalem Penataran Peed

OM Svastyastu,

http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2007/10/17/bd2.htm

Ya atmada balada yasya visva
upasate prasisam yasya devah
yasya chaya-amrtam yasya mrtyuh,
kasmani devaya havisa vidhema.
(Rgveda.X.121.2).

Maksudnya:
Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan spiritual (rohani) dan fisikal (jasmani). Semua sinar sucinya yang disebut Deva berfungsi atas kehendak Tuhan. Kasih-Nya adalah keabadian, krodanya adalah kematian. Kami semuanya mengaturkan sembah kepada-Nya.

PURA Dalem Penataran Peed di Nusa Penida itu adalah pura untuk memuja Tuhan Yang Mahakuasa sebagai pencipta Purusa dan Pradana. Purusa itu adalah kekuatan jiwa atau daya spiritualitas yang memberikan napas kehidupan pada alam dan segala isinya. Pradana adalah kekuatan fisik material atau daya jasmaniah yang mewujudkan secara nyata kekuatan Purusa tersebut.

Karena itu umat Hindu berbondong-bondong rajin bersembahyang ke Pura Dalem Penataran Peed untuk mendapatkan keseimbangan daya hidup, baik daya spiritual maupun daya fisikal. Karena hanya keseimbangan peran dan fungsi rohani dan jasmani itulah hidup yang harmonis di bumi ini dapat dicapai.

Pemujaan Tuhan sebagai pencipta unsur Purusa dan Pradana ini divisualkan dalam wujud pemujaan di Pura Dalem Penataran Peed. Visualisasi itu merupakan perpaduan konsepsi Hindu dengan kearipan lokal Bali. Di Pura Dalem Penataran Peed ini terdapat dua arca Purusa dan Predana dari uang kepeng yang disimpan di gedong penyimpenan sebagai pelinggih utama di Pura Dalem Penataran Peed. Arca Purusa Predana inilah yang memvisualisasikan kemahakuasaan Tuhan yang menciptakan waranugraha keseimbangan hidup spiritual (Purusa) dengan kehidupan fisik material (Predana).

Dalam Lontar Ratu Nusa diceritakan Batara Siwa menurunkan Dewi Uma dan berstana di Puncak Mundi Nusa Penida diiringi oleh para Bhuta Kala simbol kekuatan fisik material berupa ruang dan waktu. Bhuta itu membentuk ruang dan Kala adalah waktu. Waktu timbul karena ada dinamika ruang. Di Pura Puncak Mundi, Dewi Uma bergelar Dewi Rohini dan berputra Dalem Sahang. Pepatih Dalem Sahang bernama I Renggan dari Jambu Dwipa -- kompyang dari Dukuh Jumpungan.

Dukuh Jumpungan itu lahir dari pertemuan Batara Guru dengan Ni Mrenggi, dayang dari Dewi Uma. Kama dari Batara Guru berupa awan kabut yang disebut limun. Karena itu disebut Hyang Kalimunan. Kama Batara Guru ini di-urip oleh Hyang Tri Murti dan menjadi manusia. Setelah digembleng berbagai ilmu kerohanian dan kesidhian, dan oleh Hyang Tri Murti terus diberi nama Dukuh Jumpungan dan bertugas sebagai ahli pengobatan. Setelah turun-temurun Dukuh Jumpungan menurunkan I Gotra yang juga dikenal I Mecaling. Inilah yang selanjutnya disebut Ratu Gede Nusa.

Ratu Gede Nusa ini berpenampilan bagaikan Batara Kala. Menurut penafsiran Ida Pedanda Made Sidemen (alm) dari Geria Taman Sanur yang dimuat dalam buku hasil penelitian Sejarah Pura oleh Tim IHD Denpasar (sekarang Unhi) antara lain menyatakan sbb: saat Batara di Gunung Agung, Batukaru dan Batara di Rambut Siwi dari Jambu Dwipa ke Bali diiringi oleh seribu lima ratus (1.500) orang halus (wong samar).

Lima ratus wong samar itu dengan lima orang taksu menjadi pengiring Ratu Gede Nusa atas wara nugraha Batara di Gunung Agung. Batara di Gunung Agung memberi wara nugraha kepada Ratu Gede Nusa atas tapa brata-nya yang keras. Atas tapa brata itulah Batara di Gunung Agung memberi anugrah dan wewenang untuk mengambil upeti berupa korban manusia Bali yang tidak taat melakukan perbuatan baik dan benar sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.

Di Pura Dalem Penataran Peed ini Ida Batara Dalem Penataran Peed dipuja di Pelinggih Gedong, sedangkan Pelinggih Ratu Gede Nusa berada areal tersendiri di barat areal Pelinggih Dalem Penataran Peed. Pelinggih Dalem Penataran Peed ini berada di bagian timur, sedangkan Pelinggih Padmasana sebagai penyawangan Batara di Gunung Agung berada di bagian utara dalam areal Pura Dalem Penataran Peed. Di Pura Dalem Penataran Peed ini merupakan penyatuan antara pemujaan Batara Siwa di Gunung Agung dengan pemujaan Dewi Durgha atau Dewi Uma di Pura Puncak Mundi.

Dengan demikian Pura Dalem Penataran Peed itu sebagai Pemujaan Siwa Durgha dan Pemujaan Raja disebut Pura Dalem. Sedangkan disebut sebagai Pura Penataran Peed karena pura ini sebagai Penataran dari Pura Puncak Mundi pemujaan Batari Uma Durgha. Artinya, Pura Penataran Peed ini sebagai pengejawantahan yang aktif dari fungsi Pura Puncak Mundi pemujaan Batari Uma Durgha.

Di pura inilah bertemunya unsur Purusa dari Batara di Gunung Agung dengan Batari Uma Durgha di Puncak Mundi. Dari pertemuan dua unsur ciptaan Tuhan inilah yang akan melahirkan sarana kehidupan yang tiada habis-habisnya yang disebut Rambut Sedhana. Baik sarana hidup untuk memajukan kesejahteraan maupun sarana untuk mempertahankan kesehatan dan menghilangkan berbagai penyakit.

Upacara pujawali di Pura Dalem Penataran Peed ini dilangsungkan pada setiap Budha Cemeng Klawu. Hari Budha Cemeng Klawu ini adalah hari untuk mengingatkan umat Hindu pada hari keuangan yang disebut Pujawali Batari Rambut Sedhana. Pada hari ini umat Hindu diingatkan agar uang itu digunakan dengan baik dan setepat mungkin. Uang itu sebagai alat untuk mendapatkan berbagai sarana hidup agar digunakan dengan seimbang untuk menciptakan sarana kehidupan yang tiada habis-habisnya. Uang itu sebagai sarana menyukseskan tujuan hidup mewujudkan Dharma, Artha dan Kama sebagai dasar mencapai Moksha.

Berdasarkan adanya Pelinggih Manjangan Saluwang di sebelah barat Tugu Penyimpanan dapat diperkirakan bahwa Pura Dalem Penataran Peed ini sudah ada sejak Mpu Kuturan mendampingi Raja memimpin Bali. Pura ini mendapatkan perhatian saat Dalem Dukut memimpin di Nusa Penida dan dilanjutkan pada zaman kepemimpinan Dalem di Klungkung.

Monday, October 08, 2007